1. Kenali jodoh ideal minum kopi
Sesuaikan makanan kecil dengan jenis kopi yang Anda minum. Untuk kopi Amerika Latin, pilih kudapan berupa cake cokelat karena kopi Latin beraroma cokelat. Kopi Indonesia paling cocok dipadukan dengan kacang-kacangan (kacang tanah) atau singkong goreng. Memang kopi Indonesia berjodoh dengan makanan yang bahannya ditumbuhkan didalam tanah, sehingga beraroma tanah sangat kuat. Pasalnya, kopi Indonesia beraroma tanah habis disiram air hujan. Pilih buah-buahan atau cake rasa buah-buahan untuk kopi dari Afrika yang beraroma bunga dan buah.
2. Jangan biarkan kopi tubruk lebih dari 20 menit
Aroma kopi yang nikmat akan lenyap begitu saja bila didiamkan lebih dari 20 menit. Ingin lebih nikmat lagi? Beli biji kopi yang sudah dipanggang. Grind atau giling ketika akan diminum. Anda bisa minta para barista di kedai kopi untuk menggilingnya. Namun, jangan biarkan kopi giling itulebih dari 7 hari. Rasanya pasti akan berkurang dan sudah tidak nikmat lagi.
3. Tidak merokok sembari menikmati kopi
Kopi adalah komoditi yang sangat sensitif. Aroma kuat disekitarnya akan mempengaruhi aroma dan rasanya. Contohnya disekitar biji kopi ada durian yang baunya sangat menyengat, aroma dan rasa kopi itu akan terpengaruhi rasa durian. Bau asap rokok pasti akan merusak aroma dan rasa kopi. Kesegaran biji kopi juga akan berkurang gara-gara bau rokok. Karena itu, seharusnya kopi dinikmati tanpa rokok.
4. Disimpan seperti obat
Lemari es bukanlah tempat ideal untuk menyimpan kopi. Sebab, biji kopi akan menyerap rasa dan aroma bahan makanan lain yang ada didalam lemari es. Tempat idel untuk menyimpan biji kopi agar terjaga kenikmatannya adalah tempat yang bersih, kering, tertutup rapat, sejuk dan gelap.
5. Dua sendok makan untuk 200 ml air
Kualitas secangkir kopi juga ditentukan oleh air. Air yang bau dan berasa kaporit jelas akan merusak kenikmatan kopi. Gunakan air bersih dan dingin sebelum dimasukkan ketel untuk menyeduh kopi. Masukkan kedalam cangkir dua sendok makan kopi bubuk untuk setiap 200 ml air mendidih. Aduk campuran air dan bubuk kopi kopi sebelum disajikan agar minyak yang terdapat dalam kopi tercampur. Hasilnya, pasti nikmat!
6. Lebih baik dimasukkan ke termos
Kelebihan kopi panas sebaiknya jangan terus-menerus dihangatkan dalam mesin pembuat kopi. Segera masukkan kedalam termos. Menghangatkan kopi dihangatkan secara terus-menerus sama seperti memanggang daging ayam diatas api terus-menerus. Daging jadi terlalu lunak dan tak enak.
Senin, 15 Maret 2010
SEJARAH KOPI
Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad ke-15 menyebar lebih luas lagi ke daerah Persia, Mesir, Turki dan Afrika Utara.
Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Akan tetapi karena popularitas minuman ini, maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup.
Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.
Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, pada awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Akan tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19, menyusul terjadinya perang pada tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat
Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Akan tetapi karena popularitas minuman ini, maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup.
Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.
Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, pada awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Akan tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19, menyusul terjadinya perang pada tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat
Langganan:
Komentar (Atom)
